Reformasiaktual.com // TEBO-Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan ditingkat desa, mitra terdekatnya adalah Badan Permusyarawatan Desa (BPD)
Salah satu tugas pokoknya pemerintah desa adalah mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya.
Bagaimana sekiranya jika pemerintah desa di anggap tidak menjalankan amanahnya sehingga membuat ke gaduhan warganya.
Situasi Kekisruhan ini telah terjadi di tengah masyarakat SP-5 Desa Bukit Pemuatan Kecamatan Serai Serumpun Kab Tebo baru baru ini.
Banyaknya keluhan dan protes masyarakat Desa Bukit Pemuatan kepada Kepala Desa “Superi” mencuat ke Publik. Bahkan protes warganya akan di sampaikan melalui aksi demonstrasi ke Kantor Bupati.
Namun aksi demonstrasi tersebut sampai berita ini naikan belum juga terlaksana, cerita sepanjang bangku, mau melakukan demonstrasi sunter terdengar.
Saat awak media mencari informasi ditengah masyarakat SP-5 Bukit Pemuatan. Ada apa gerangan dan apa alasan mereka akan melakukan Demonstrasi.? Sudah dapat jawabannya.
Beberapa orang warga yang di tokoh kan di desa tersebut sempat kami temui. Dari hasil pertemuan tersebut kami melontarkan beberapa pertanyaan pada hari Sabtu (06/08/2022).
Salah satu warga yang kami temui, awak media mengawali dengan kalimat. Bagaimana ceritanya sebenarnya Pak, Bahwa masyarakat Desa Bukit Pemuatan (SP-5) ini Sunter terdengar mau berdemo ke Kantor Bupati Tebo..?
Warga tersebut langsung menjawab pertanyaan awak media. Iya kami rencana mau aksi ke Tebo, tapi belum terlaksana aksi tersebut sampai hari ini. Ucap warga yang namanya minta di rahasiakan.
Di tanya lagi oleh awak media. Mengapa tidak jadi..? Warga yang di tanya langsung menjawab. Karena masih ada bahan dan bukti yang harus kami lengkapi. Jawab warga tersebut.
Di tanya lagi oleh awak media. Ap alasan yang nendasar yang membuat warga mau berdemo ke Kantor Bupati. Tanya rekan media yang lain.
Di jawabnya, Kami memprotes kebijakan yang di lakukan oleh Kepala Desa “Superi”
Awak media terus mempertajam pertanyaan. Dengan kalimat.
“Kebijakan apa saja..? tanya awak media lagi, sambil menikmati segelas air minum yang disuguhkan.
Warga tersebut menjawab. Ada beberapa program dan kebijakan Kepala Desa Superi yang membuat masyarakat SP-5 ini gaduh dan resah gelisah di buatnya. Jawab warga tersebut, dengan wajah rada-rada emosional.
Bisa Bapak menyebutnya satu persatu..? tanya awak media lagi.
Warga tersebut menjawab bisa tapi dengan syarat tolong nama saya di rahasiakan. Jawab masyarakat tersebut.
Lanjut awak media, Iya nama Bapak tetap kami rahasiakan, jangan takut jawab rekan-rekan awak media.
Salah satu rekan awak media mengulang lagi pertanyaannya. Dengan kalimat. ” Apa yang menjadi dasar Bapak beserta warga lainnya mau memprotes Kepala Desa Bukit Pemuatan (SP-5) Kecamatan Serai Serumpun ini..?
Tokoh tersebut menjawab. Ada beberapa Kebijakan Kades Superi yang masyarakat tidak setuju.
Diantaranya:
(1) penjualan tanah R, (2) Bantuan Bibit Iklan dari penggunaan Program Ketahan Pangan Nabati dan Hewani. Ucap warga tersebut dengan santai menjawabnya
Lantas, apa lagi..? Tanya awak media. Di jawabnya oleh warga yang lain yang berada duduk di sampingnya. Dengan menyebut masalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa(BLT-DD) Celoteh warga tersebut, Mengapo kok dikit nian Desa Bukit Pemuatan ini dapat bantuan duit dari desa itu, sedangkan desa orang lain banyak masyarakat nyo yg dapat. Jelas warga dengan menggunakan bahasa dusun. Oh gitu jawab salah satu teman awak media.
Memangnyo berapo orang (KPM) yang mendapatkan BLT-DD di Desa Bukit Pemuatan ko. Tanya awak media menggunakan bahasa setempat..?
Warga tersebut menjawab. Ado cuman sekitar 20 an orang lah yang dapat, dulu banyak yang dapat kok sekarang banyak nian yang dakdo dapat lagi. Jawab warga tersebut.
Di tanya lagi oleh awak media. Apalagi keluhan dan protes masyarakat terhadap kebijakan Kepala Desa “Superi” ini..? Warga tersebut secara sepontan menjawab. Ado masalah pembangunan jalan..? Jawab warga.
Jalan apo maksudnyo, tanya awak media dengan menggunakan bahasa setempat (Melayu)..?
Warga tersebut menjawab. Jalan menuju ke dusun lamo pemuatan. Mengapo idak di perbaiki, sedang jalan tersebut merupakan jalan milik Desa, Jalan itu pun merupakan jalan pintas keluar masuk mau ke Rimbo Bujang, dan jalan menuju perkebunan masyarakat, jalan itu sangat kami butuhkan. Lagi asyik mendengar keluhan mereka.
Tiba-tiba salah satu diantara mereka ada yang menceloteh secara tiba-tiba. Dengan kalimat “Iko idak jalan menuju ke tanah HP /LAj yang di elokin (di perbaiki) jalan desa tidak di eloknyo. Ucap warga dengan nada rada-rada emosional dengan logat bahasa melayu.
Sampai berita ini turun kan, awak media belum bisa menemui Kepala Desa “Superi” untuk di minta konfirmasinya dan penjelasan nya.
(Tim RA Tebo)













