Al-Shinta Calon Pemimpin Pro Rakyat, Masyarakat Kompak Menangkan Al-Shinta Di 22 Sekecamatan Muara Enim

Politik559 Dilihat

ReformasiAktual.com//Muara Enim–Masa kampanye yang dijadwalkan, telah dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pasangan Cabup Muara Enim Dr H Ahmad Rizali MA dan Cawabup Dr Hj Shinta Paramita Sari SH MH (Al-Shinta), Selasa 8 Oktober 2024.

Pasangan nomor 1 dengan jargon MUARA ENIM SMART ini, terus melakukan blusukan dengan mendatangi sejumlah rumah penduduk di 11 Desa. Kehadirian Al-Shinta mendapat sambutan hangat masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada mantan Pj Bupati Muara Enim dan mantan Ketua TP PKK Muara Enim periode 2008-2018 semakin dihati dan masyarakat juga komitmen menangkan Al-Shinta.

Cabup Muara Enim Dr H Ahmad Rizali MA melakukan kampanye di Desa Sumber Mulya, Karang Agung, Karang Sari, Kecamatan Lubai Ulu. Sedangkan Cawabup Dr Hj Shinta Paramita Sari SH MH bersama Tim Kampaye, melakukan kampanye dialogis di Desa Teluk Jaya, Pelempang, Desa Menanti, Suban Baru, Tanjung Madan, Kecamatan Kelekar dan Desa Bangun Sari, Pajar Indah, Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang.

Selain mendapat dukungan, pasangan ini melakukan kampanye dialogis dengan  mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat secara langsung yang berada di wilayah 11 desa.

“Terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan masyarakat kepada Al-Shinta yang sangat luar biasa,” ucap Dr H Ahmad Rizali MA.

Menurut Rizali, kampanye bertatap muka dengan warga lebih efektif. Dengan bertemu seperti ini, kita banyak mendengar dan menerima masukan dari warga secara langsung.

Berbagai aspirasi dan harapan yang disampaikan warga, lanjutnya, tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dan wajib dilaksanakan jika dirinya dan Dr Hj Shinta Paramita Sari SH MH mendapatkan amanah dari masyarakat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim periode 2024-2029.

Rizali menjelaskan, salah satu visi dan misinya yang akan diemban mewujudkan MUARA ENIM SMART dengan telah menyiapkan  beberapa program unggulan guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kabupaten Muara Enim.

“Apabila kami terpilih, kami telah menyiapkan program unggulan yang secepatnya dilaksanakan diantaranya yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pembanguan di sektor pertanian, meningkatkan kapasitas perekonomian daerah dengan mengembangkan UMKM,
ketenagakerjaan, pembangunan masjid, kesejahteraan marbot dan guru puad, pasar murah, pembangunan pesantren dan madrasah,” jelasnya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, calon wakil Bupati Muara Enim Dr Hj Shinta Paramita Sari SH MH juga melakukan kampanye dengan menemui warga ke rumah-rumah. Dalam paparannya Shinta banyak menjelaskan tentang apa yang akan dilakukan jika mereka terpilih.

Shinta juga menjelaskan beberapa program kerja unggulan yang telah telah dicanangkan akan menjadi solusi bagi banyak masalah masyarakat Muara Enim.

Kegiatan kampnye dialogis yang dilakukan Shinta juga mendapat sambutan antusias warga khususnya kaum ibu-ibu. Banyak warga yang ingin mendalami lebih lanjut program kerja pasangan Al-Shinta.

Dengan berbagai penjelasan dan program kerja yang telah disampaikan Al-Shintai, menambah keyakinan warga bahwa pasangan ini mempunyai program kerja yang jelas, terukur dan terarah untuk kemajuan Muara Enim 5 tahun kedepan.

Warga yang telah dikunjungi pasangan Cabup Al-Shinta berkomitmen akan memenangkannya pada Pilkada 27 November mendatang dengan mencoblos nomor 1. Alasan mereka, karena program kerja yang disampaikan,  benar benar pro rakyat, terlebih lagi masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Juru Kampanye (Jurkam) Al-Shinta Dr Firmansyah SH MH, kembali mengingatkan masyarakat jangan takut akan intervensi oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang menyebutkan
Program Keluarga Harapan (PKH) akan dicabut jika tidak mendukung salah satu paslon, itu tidaklah benar.

Dijelaskannya, bahwa PKH itu program nasional (Pemerintah Pusat)
untuk masyarakat tidak mampu. Jadi tidak ada kaitannya dengan pilkada. Siapapun yang dipilih oleh masyarakat tidak akan menghilangkan haknya atas PKH sepanjang sudah terdaftar.

“Jadi kalu ada yang mengklaim, jika tidak memilih paslon tertentu maka PKH akan dicabut itu tidak benar. Jangan takut di
intervensi PKH akan dicabut. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemerintah pusat dan bukan wewenang kabupaten,” terang.(ozi)

DIALOGIS : Al-Shinta melakukan kampanye dialogis di sebelas desa.(Elwin)