*Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, angkat bicara terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 4 Pamarican

Daerah115 Dilihat

Ciamis -Usai menjenguk para siswa di Puskesmas Pamarican, Herdiat menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti kasus ini secara serius.

“Tercatat ada 47 siswa yang mengalami keracunan. Namun, kita belum bisa memastikan apakah itu berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena masih perlu dicek secara lengkap,” ujar Herdiat.

16 Siswa Masih Dirawat

Dari data sementara, jumlah penerima manfaat MBG di SMPN 4 Pamarican sebanyak 608 orang.

Distribusi makanan dilakukan kepada siswa kelas 7 dan 8 dengan total 422 paket, sedangkan kelas 9 belum menerima jatah distribusi.

“Dari 422 siswa itu, 47 orang dilaporkan keracunan. Saat ini, 14 siswa masih dirawat di Puskesmas Pamarican, dan 2 siswa lainnya di RSUD Banjar. Jadi ada 16 siswa yang masih menjalani perawatan,” jelasnya.

Tegas Akan Tindak Penyedia Makanan

Herdiat menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Jika terbukti ada kelalaian dari dapur penyedia makanan SPPG (Satuan Pendidikan Penyelenggara Gerakan), maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan.

“Bila aturan mengharuskan ditutup sementara, akan kita tutup sementara. Kalau harus ditutup secara permanen, maka akan ditutup permanen,” tegasnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus pada proses pengolahan makanan.

Menurutnya, higienitas dan waktu memasak harus menjadi prioritas utama agar makanan tetap layak dikonsumsi.

“Kalau distribusi dilakukan pukul 10 atau 11, maka makanan paling lama dimasak 4 jam sebelumnya. Kalau sampai dimasak 12 jam sebelumnya atau bahkan lebih, itu jelas sebuah kelalaian,” tegas Herdiat.

Himbauan untuk Pengelola Dapur

Bupati mengimbau kepada seluruh pengelola dapur penyedia MBG agar meningkatkan standar sterilisasi dan higienitas makanan sebelum didistribusikan.

“Ke depan, saya berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Keselamatan anak-anak kita harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
[29/9 17.46] Pimred disrinasi: Dinas Pendidikan Ciamis Angkat Suara soal Keracunan Siswa SMPN 4 Pamarican

CIAMIS – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengonfirmasi kabar keracunan massal yang menimpa siswa SMPN 4 Pamarican pada Senin (29/9/2025). Ia menyebut ada sekitar 35 siswa terdampak, meski penyebab pasti masih dalam tahap investigasi.

“Kita mendapatkan kabar terjadinya keracunan di SMP 4 Pamarican. Kita belum berani memastikan sumbernya, tapi disinyalir dari MBG. Tapi baru disinyalir, jadi belum. Kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, kemudian Dinas Peternakan, serta aparat setempat,” ujar Erwan.

Menurut Erwan, sebanyak dua siswa dirujuk ke RS Banjar, 13 orang dirawat di Pamarican, dan dua siswa lainnya ditangani di Banjarsari. “Mudah-mudahan mereka cepat pulih, cepat sehat, cepat beraktivitas lagi dalam kegiatan belajar-mengajar,” tambahnya.

Tim Medis dan Sekolah Berjibaku Selamatkan Korban

Sejak siang, belasan ambulans hilir mudik mengevakuasi siswa yang tumbang dengan gejala mual, pusing, sakit ulu hati hingga sesak napas. Tim medis langsung memberikan oksigen di lokasi sebelum membawa korban ke fasilitas kesehatan.

Kepala SMPN 4 Pamarican, Titi Hartini, menegaskan jumlah siswa yang sakit sempat terus bertambah.

“Betul ada. Terus bertambah, ada yang dirujuk ke Puskesmas Pamarican sebanyak 9 orang. Bahkan ada yang harus dirujuk ke RS Banjar untuk penanganan serius,” katanya.

Sementara itu, sekitar 40 siswa lain beristirahat di sekolah dengan pengawasan tim medis.

Ayam Berbau Jadi Sorotan

Dugaan awal keracunan mengarah pada lauk ayam dalam paket makanan bergizi gratis (MBG). Seorang guru, Abdul Aziz, mengaku beberapa siswa sempat mencium bau tak sedap pada daging ayam.

“Sebagian siswa bilang daging ayamnya bau, jadi ada yang tidak dimakan dan dibuang. Ada juga yang hanya menyantap sayurnya saja,” jelas Aziz.

Sekolah menerima sekitar 400 paket MBG, namun 129 di antaranya belum sempat dibagikan. Paket yang tersisa kini menjadi bahan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keracunan.

Ara