Reformasi aktual.conm//Bandung Barat
Cisarua – |Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jeje Ritchie Ismail, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mempercepat pemulihan pascabencana longsor yang melanda Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, kembali menyalurkan santunan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap kedua kepada warga terdampak di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari bantuan sebelumnya yang disalurkan atas dukungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (KDM). Pada tahap awal, bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga diberikan kepada 34 KK yang terdampak langsung dan sempat mengungsi di Posko GOR serta Balai Desa Pasirlangu.
Menurut Bupati Jeje Ritchie Ismail, seiring berjalannya proses pendataan, jumlah penerima bantuan bertambah. dari data awal 34 KK, terdapat tambahan empat kepala keluarga yang juga kehilangan rumah atau berada di zona terdampak.
“Pak Gubernur menitipkan bantuan sebesar Rp134 juta. Karena data awal masih 34 KK, kemudian ada tambahan empat KK, maka saya selesaikan kekurangannya sebesar Rp40 juta. Ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat, hilang, atau berada di zona terdampak,” terang Bupati Jeje Ritchie, Kamis (5/2/2026).
Tak hanya itu, Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB), juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang tinggal di zona merah atau wilayah yang dinilai tidak aman untuk kembali ditempati. Sebanyak 56 KK di zona tersebut masing-masing menerima bantuan Rp 5 juta.
“Untuk warga di zona merah ada 56 KK. Masing-masing mendapatkan Rp 5 juta, sehingga totalnya Rp 280 juta. Jika digabungkan dengan bantuan sebelumnya, total dana yang disalurkan mencapai Rp320 juta,” jelasnya.
Jeje berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan warga untuk menyewa rumah sementara sekaligus memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan. Ia menekankan pentingnya mengurangi masa tinggal warga di posko pengungsian demi menjaga kondisi psikologis para korban.
“Semakin lama berada di posko tentu berpengaruh terhadap psikologis warga. Karena itu kita dorong agar mereka bisa segera menempati hunian sementara, sehingga pemerintah bisa fokus pada tahapan pemulihan pascabencana,” ujarnya
Untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran, Bupati Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa santunan disalurkan langsung ke rumah masing-masing penerima sesuai kesepakatan bersama pemerintah desa.
“Teknis pembagian dilakukan langsung ke rumah warga, tidak di posko, agar lebih tertib dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Jurnalis A2n***RA . Cev











