Akses Jalan Menuju PKBM Bunga Bangsa Telukjambe Barat Karawang Rusak Parah, Siswa Kesulitan Berangkat Belajar

PENDIDIKAN144 Dilihat

Reformasiaktual.com//Karawang, 8 Maret 2026 – Kondisi jalan menuju PKBM Bunga Bangsa yang berada di Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Jalan yang menjadi akses utama menuju lokasi kegiatan belajar tersebut kini dipenuhi lumpur, genangan air keruh, serta lubang-lubang tidak beraturan yang menyulitkan siswa maupun warga belajar saat melintas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jalan tersebut masih berupa tanah tanpa lapisan aspal maupun pengerasan lainnya. Saat musim hujan, permukaan jalan menjadi sangat licin dan berlumpur sehingga kendaraan roda dua maupun pejalan kaki harus ekstra hati-hati ketika melintas.

Kepala PKBM Bunga Bangsa, Sulaeman, S.Pd, menyampaikan bahwa para siswa dan warga belajar harus menghadapi kondisi jalan tersebut setiap hari ketika hendak mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Apalagi saat hujan turun, jalan menjadi sangat licin dan berlumpur hingga beberapa sentimeter. Banyak siswa yang kesulitan berjalan bahkan ada yang terpeleset,” ujarnya.

Jalan tersebut diketahui berstatus sebagai jalan poros Desa Wanajaya dan berada di kawasan hutan Kuta Tandingan yang masuk dalam wilayah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lodaya Mukti.

Sejumlah warga sekitar mengaku kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan. Mereka juga menyebutkan bahwa laporan mengenai kerusakan jalan pernah disampaikan kepada pihak Pemerintah Desa Wanajaya, namun hingga saat ini belum ada perbaikan yang terlihat di lapangan.

Pihak PKBM Bunga Bangsa berharap adanya perhatian dari pemerintah desa maupun instansi terkait agar akses jalan tersebut dapat segera diperbaiki.

Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur yang digunakan siswa dan warga belajar untuk menuju lokasi pendidikan.

Salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku berharap ada solusi dari pemerintah agar kegiatan belajar tidak terganggu.

“Kami berharap pemerintah desa dan dinas terkait bisa memperbaiki jalan ini. Kami ingin belajar dengan aman tanpa harus khawatir terpeleset saat menuju sekolah,” ungkapnya.

Selain persoalan akses jalan, pihak PKBM Bunga Bangsa juga menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar, seperti komputer atau laptop untuk kegiatan TKA, peralatan olahraga berupa bola sepak dan bola voli, serta sarana air bersih (SAB) berupa sumur bor. Saat ini kebutuhan air masih mengandalkan sumur yang diambil secara manual dengan cara ditimba, dan sering mengalami kekeringan ketika musim kemarau panjang.

Diharapkan adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar fasilitas pendidikan masyarakat tersebut dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan akses belajar yang lebih layak bagi warga sekitar.

(JENAL ALVIANSYAH)