AKSIOMA Datangi BBWS Citanduy, Dorong Pemerataan Peluang Kerja dan Keterbukaan Proyek

Daerah142 Dilihat

Banjar, Reformasi, Aktual, com– Organisasi Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (AKSIOMA) menggelar audiensi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Rabu (11/3/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor Humas BBWS Citanduy tersebut menjadi ajang penyampaian aspirasi sekaligus dialog terkait pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan sumber daya air di wilayah kerja OP 3.

Audiensi dipimpin langsung oleh Presiden AKSIOMA, Haji Ahmad Dimyati, bersama sejumlah anggota organisasi. Dalam pertemuan tersebut, AKSIOMA menyoroti sejumlah hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan di bawah tanggung jawab PPK Ijang.

Salah satu isu yang disampaikan adalah mengenai pemerataan kesempatan bagi pelaksana atau pemborong lokal agar dapat terlibat dalam pekerjaan yang ada di wilayahnya. Menurut Haji Ahmad Dimyati, pelibatan pelaksana lokal penting untuk mendukung pemberdayaan potensi daerah sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat setempat untuk berkontribusi dalam pembangunan.

“Kami berharap ada ruang yang lebih terbuka bagi pelaksana lokal untuk terlibat dalam pekerjaan di daerahnya sendiri, tentunya dengan tetap memperhatikan kompetensi dan kualitas pekerjaan,” ujarnya.

Selain itu, AKSIOMA juga menyoroti kualitas pekerjaan di lapangan. Dalam dialog tersebut, anggota AKSIOMA mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan agar setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Pertemuan tersebut diterima oleh pihak Humas BBWS Citanduy bersama perwakilan dari Satker SDA OP 3, yakni Ali Kadafi selaku Pelaksana Teknis (Peltek).
Dalam penjelasannya, Ali Kadafi menerangkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Satker SDA OP 3 berfokus pada operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Kegiatan tersebut meliputi perbaikan saluran, pembersihan jaringan irigasi, hingga penanganan kerusakan ringan guna memastikan sistem irigasi tetap berfungsi secara optimal.
Ia juga menyampaikan bahwa wilayah kerja SDA OP 3 mencakup Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Kuningan.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan AKSIOMA, Kadafi menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan keterlibatan pelaksana lokal dalam pelaksanaan pekerjaan, selama memenuhi persyaratan kemampuan dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

“Ke depan kami akan berupaya mengedepankan kearifan lokal. Pelaksana dari Banjar juga cukup banyak, yang penting mereka memiliki kompetensi dan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai standar yang berlaku,” katanya.
Terkait transparansi proyek, ia menambahkan bahwa pihaknya akan memasang papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan agar masyarakat dapat mengetahui aktivitas yang sedang dilaksanakan.

“Papan informasi proyek akan dipasang di lokasi pekerjaan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui audiensi tersebut, AKSIOMA berharap adanya peningkatan keterbukaan informasi, pemerataan kesempatan kerja bagi pelaksana lokal, serta kualitas pekerjaan yang tetap terjaga sehingga program operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang dijalankan BBWS Citanduy dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

(Pep)