BARRU – reformasiaktual.com-
Warga Dusun Botto Botto dan Dusun Lisu Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, kembali melakukan aksi unjuk rasa terkait ada tambang galian C di sepanjang sungai Botto Botto dan Lisu, dengan tuntutan izin tambang di miliki PT. BUMI BARRU SEJAHTERA di duga tidak sesuai alias tidak sah, di karenakan puluhan tanda tangan dari warga sekitar di salah gunakan yang di ubah menjadi persetujuan warga untuk perizinan tambang tersebut. Maka dari itu warga sekitar kembali melakukan aksi unjuk rasa dan meminta menutup Tambang untuk sementara sampai RDP di kantor di DPRD dilaksanakan pada tanggal 1 Mei mendatang, untuk mengecek keabsahan izin tambang tersebut yang di miliki oleh PT. BUMI BARRU SEJAHTERA
Aksi tersebut di laksanakan pada hari Kamis 24/04/2026 dengan tuntutan tambang harus di tutup sebelum pihak PT memperlihatkan izin yang di miliki. namun pada saat berjalan nya aksi peluhan warga aksi membakar ban bekas sebagai bentuk protes dengan adanya dugaan penipuan atau penyala gunaan tanda tangan warga sekitar. dalam aksi tersebut puluhan personel kepolisian Polsek Kecamatan Tanete Riaja Polres Barru turung mengawal jalannya aksi.
Warga melakukan aksi atau protes sampai saat ini, karan warga sangat yakin dengan adanya orang yang di duga sengaja melakukan penipuan atau menyala gunakan tanda tangan dari warga untuk memuluskan salah satu pengurusan izin tambang dari PT. BUMI BARRU SEJAHTERA.
Dalam penolakan dengan adanya tambang galian C yang beroperasi khususnya di Dusun Botto Botto dan Lisu, masyarakat yang menolak 85 orang. sedangkan yang bertanda tangan yang di duga di salah gunakan hanya sekitar 20 orang kurang lebih,” penyampai orator saat aksi
Aksi bubar setelah beberapa perwakilan yang coba ber koordinasi dengan pihak PT menyampaikan dengan adanya aksi dari masyarakat meminta menutup Tambang untuk tidak beroperasi sebelum tanggal 1. setelah beberapa orang yang melakukan komunikasi dengan pihak tambang termasuk kepala desa Lompo Tengah, Arif Pabiseang menyampaikan ke seluruh warga dalam berjalannya aksi itu, kalau tambang ini di tutup untuk sementara waktu, dan saya selaku pemerintah desa menjamin tidak ada aktivitas penambangan sebelum RDP di laksanakan pada tanggal 1 mendatang.
Maka dengan itu masyarakat atau aksi membubarkan diri karena mendapat tanggapan dari pemerintah desa selaku perwakilan dari pihak PT setelah melakukan komunikasi melalui telpon, dan arus lalulintas akhirpun kembali lancar dengan normal.
AGUS













