Dinas Pertanian Salurkan Bantuan Untuk Petani di Garut

Sosial23 Dilihat

Reformasiaktual.
com//GARUT, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin sosialisasi kegiatan Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026. Acara yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kamis (7/5/2026).

Bupati Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi mencapai 2,13% terhadap perekonomian Kabupaten Garut. Angka ini merupakan pencapaian signifikan mengingat mayoritas masyarakat Garut menggantungkan hidup pada sektor agraris.

“Artinya peranan kontribusi dalam sektor pertanian semakin penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Garut. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menginginkan negara kita memiliki ketahanan pangan nasional melalui swasembada pangan,” ujar Bupati.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Garut memberikan dukungan penuh kepada petani melalui kebijakan pupuk murah untuk menekan ongkos produksi serta penyediaan asuransi bagi para petani. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat fenomena iklim El Nino yang menyebabkan keterbatasan sumber air.

“Kita harus senantiasa menyiapkan alat-alat yang sekiranya di butuhkan untuk menjaga ketersediaan air. Saya ingin irigasi dan pompa air dimanfaatkan semaksimal mungkin guna untuk pertumbuhan produktivitas pertanian semakin baik,” tegasnya.

Bupati juga menitipkan pesan khusus kepada kelompok tani agar menjaga bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah dengan sebaik-baiknya.

“Tolong jaga kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Kementerian Pertanian RI. Pompa air dijaga jangan sampai rusak apalagi hilang. Ini adalah komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah untuk bisa mensejahterakan petani kita,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, memaparkan rincian bantuan yang disalurkan untuk mitigasi kondisi lapangan pada tahun 2026, di antaranya:

  1. Irigasi Perpompaan: Sebanyak 200 unit (senilai Rp155,7 juta per unit) untuk siap diberkaskan 54 kelompok tani.
  2. Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier: Target 212 unit (senilai Rp100 juta per unit), dengan 10 kelompok tani siap penandatangan kontrak.
  3. Optimalisasi Lahan: Seluas 717 hektar (dialokasikan Rp4,4 juta per hektar) untuk pembangunan hubung dan dapan.
  4. Cetak Sawah: Target seluas 100 hektar, dengan 20 hektar yang telah terverifikasi.

Guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran, Dinas Pertanian Garut menjalin kerja sama erat dengan unsur Forkopimda. Sejak tahun 2024, seluruh tahapan mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pemanfaatan bantuan mendapat pendampingan langsung dari Kejari Garut, Polres Garut, dan Kodim 06/11 Garut.

“Pendampingan ini bertujuan agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Garut,” tutup Ardhy Firdian.

Pian