




Reformasiaktual com//Bandung Barat
Cisarua – Permukiman Kampung Pasirkuning – Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Bara, Jawa Barat, mengalami perubahan besar setelah dilanda longsor pada 24 Januari 2026. Akibat bencana longsor tersebut, puluhan keluarga yang sebelumnya bermukim di kawasan itu harus direlokasi ke tempat lain.
Lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan difungsikan kembali menjadi lahan pertanian.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menjelaskan bahwa pihak desa menerima berbagai aspirasi dari masyarakat, khususnya para petani yang lahannya tergerus longsor.
Menurutnya, total lahan pertanian masyarakat yang terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
“Setelah berdiskusi bersama, akhirnya kami sepakat untuk menata kembali lahan tersebut sesuai dengan kemampuan desa.
Nur Lubis menambahkan, kesepakatan tersebut telah dibahas melalui Musyawarah Desa (Musdes) agar seluruh proses berjalan transparan dan disepakati bersama oleh pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, RT, RW, serta warga.
Upaya penataan kembali lahan pertanian ini dilakukan untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat, mengingat mayoritas warga Pasirlangu berprofesi sebagai petani.
“Kami dan masyarakat sudah sekitar 27 hari bekerja menggunakan tiga unit alat berat beco untuk memperbaiki lahan yang tergerus longsor, minimal sebagian lahan bisa kembali dimanfaatkan masyarakat untuk bertani,” jelasnya.
Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis menjelaskan meski telah menimbun puluhan korban jiwa dan puluhan rumah serta lahan pertanian dan peternakan seluas puluhan hektar milik warga.
“Kalau digunakan tempat tinggal lagi, sepertinya sudah tidak layak lagi, karena berbahaya. Kalau untuk lahan pertanian, sepertinya masih memungkinkan,” ujar Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis
Puluhan hektar lahan pertanian milik sekitar puluha orang warga, tertimbun longsoran tanah dn batu materialnya diperkirakan luas sekitar 30 hektar, padahal lahan tersebut dijadikan warga sebagai sumber mata pencaharian dengan menanam pertanian dan peternakan
Nur Awaludin Lubis mengatakan, pemerintah masih memikirkan tentang pengembalian fungsi lahan tersebut sebagai lahan pertanian dengan menggunakan alat berat beco,” ujarnya.
Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat Pasirlangu mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu para korban longsor. Semoga kebaikan yang telah diberikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala dan rezeki yang berlipat ganda,” ujarnya.
Nur Lubis menjelaskan, bantuan anggaran besar dari pemerintah pusat atau kementerian tidak diterima langsung oleh desa, melainkan melalui pemerintah kabupaten.
Selain persoalan lahan pertanian, warga korban longsor juga masih menunggu kepastian terkait relokasi tempat tinggal. Tercatat sebanyak 32 rumah warga hilang akibat bencana tersebut.
Nur Lubis berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera menyiapkan lahan relokasi bagi para korban.
“Kami berharap Bupati Bandung Barat segera mempersiapkan lahan untuk relokasi 32 rumah warga yang hilang akibat longsor, karena sampai saat ini belum ada kepastian,” harapnya
Nur Awaludin Lubis menambahkan, jika bekas lokasi longsor ini ‘dihidupkan kembali menjadi lahan pertanian, pihaknya telah meminta saran dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang jenis tanaman apa yang cocok untuk lahan tersebut.
Ini masih kita cari jalannya, bagaimana tumpukan tanah dan batu ini bisa berkurang dan kita tempatkan ke titik yang lebih rendah. Perlu penataan lagi dan membutuhkan waktu sekitar beberapa bulan. Kalau dihabiskan semua, waktunya bisa tambah lama lagi, karena materialnya (longsoran tanah) sekitar 30 hektar,” pungkasnya.
Journalist A2n***RA







