Sidang Paripurna DPRD HUT KBB ke-19, Bupati Akui Masih Ada Persoalan yang Mendasar, Harus Segera Tuntaskan

Daerah37 Dilihat

Reformasiaktual.com//
Bandung Barat – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Bandung Barat, di Gedung putih Kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat,” Jum’at (19/06/2026)

Pembangunan daerah yang bertumpu pada amanah para pendiri yang mencita-citakan Bandung Barat menghadirkan pelayanan yang lebih baik, pembangunan yang lebih merata, dan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat, menjadi sorotan.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memaparkan berbagai pencapaian pembangunan sekaligus mengakui masih adanya persoalan mendasar yang harus segera dituntaskan.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Bandung Barat, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa tantangan utama Kabupaten Bandung Barat saat ini masih berkaitan dengan kemiskinan ekstrem, perluasan lapangan kerja, infrastruktur, lingkungan hidup, dan pemerataan pembangunan.

“Masih ada infrastruktur yang memerlukan penanganan lebih cepat, dan juga persoalan kemiskinan, kesempatan kerja, lingkungan hidup, dan pemerataan pembangunan yang harus terus kita tuntaskan,” ujarnya.

Dalam Sidang Paripurna HUT Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut, Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan tema peringatan tahun ini yakni “19 Tahun Kabupaten Bandung Barat: Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”.

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung Barat 2025-2029, yakni Bandung Barat AMANAH yang merupakan akronim dari Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

“Ngajaga Amanah berarti menjaga kepercayaan masyarakat melalui integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja keras.

Sedangkan Ngawangun Raharja bermakna membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” terangnya.

Jeje juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya Sunda dalam menjalankan roda pemerintahan.

Bupati Jeje Ritchie Ismail menambahkan mengutip petuah Sunda, “Kudu Nyanghulu Ka Hukum, Nunjang Ka Nagara, Mufakat Ka Balarea”, yang bermakna bahwa seorang pemimpin harus tunduk pada hukum, mengutamakan kepentingan negara, dan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.

Dalam pidatonya, Jeje memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Bandung Barat tercatat mencapai 5,28 persen atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka kemiskinan di Kabupaten Bandung Barat juga berhasil ditekan menjadi 9,87 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan menjadi 6,60 persen.

Selain itu, inflasi daerah berhasil dijaga pada angka 2,13 persen, sedangkan rasio gini menurun menjadi 0,364 yang menunjukkan semakin baiknya pemerataan pendapatan masyarakat,” terangnya.

Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung Barat meningkat menjadi 71,65 poin. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat.

Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan bahwa momentum peringatan HUT ke- 19 Kabupaten Bandung Barat menjadi refleksi bersama atas capaian pembangunan yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai motivasi untuk terus meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkeadilan dan maju,” Ujarnya.

Melalui tema peringatan tahun ini yakni “19 Tahun Kabupaten Bandung Barat: Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”.
Yang diusung pada peringatan tahun ini, diharapkan seluruh pihak dapat terus menjaga sinergitas dan kolaborasi dalam mendukung program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat demi kemajuan Kabupaten Bandung Barat di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Journalist A2n***RA