SIDRAP – reformasiaktual.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan rangkaian edukasi pencegahan diabetes melitus di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan diawali dengan program GEMBIRA (Gerakan Mengenal Diabetes Sejak Dini untuk Anak) di UPT SDN 1 Sereang pada Senin (20/07/2026), kemudian dilanjutkan dengan edukasi pencegahan diabetes melitus bagi guru di SDN 3 Sereang pada Senin (27/07/2026).
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta mendorong penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Pada kegiatan GEMBIRA, siswa kelas IV mengikuti pre-test, penyampaian materi mengenai diabetes melitus, faktor risiko, gejala, dan cara pencegahannya, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi, permainan interaktif menggunakan flash card, permainan “Benar atau Salah”, serta post-test. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 22 siswa, sebanyak 18 siswa (81,8%) menunjukkan peningkatan pengetahuan atau memperoleh nilai post-test ≥60, sedangkan empat siswa lainnya telah memperoleh nilai tinggi sejak pre-test. Seluruh peserta memperoleh nilai post-test di atas 60 dengan nilai terendah 80. Selain itu, lebih dari 80% peserta aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sehingga seluruh indikator keberhasilan program tercapai.
Hasil diskusi bersama siswa juga menunjukkan masih adanya kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes melitus, seperti konsumsi minuman manis dan kebiasaan begadang akibat penggunaan gawai. Temuan tersebut menjadi dasar pentingnya edukasi kesehatan sejak usia sekolah untuk membentuk perilaku hidup sehat.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN menyelenggarakan edukasi bagi kepala sekolah, guru, dan staf SDN 3 Sereang.
Materi yang disampaikan menekankan pencegahan diabetes melitus melalui penerapan perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Melalui edukasi ini, guru diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Penanggung jawab kegiatan, Naurah Wildani dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dan guru merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan dan pembentukan perilaku hidup sehat di masyarakat.
AGUS







