Politeknik Jatiluhur Perkuat Pemberdayaan Keluarga PKH melalui Literasi Digital

Daerah40 Dilihat

Purwakarta, reformasiaktual.comn6 Agustus 2026 – Politeknik Jatiluhur bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Workshop bertajuk “Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH” di Hotel Prime Plaza Purwakarta, Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, BRIN, DPR RI, pendamping PKH, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kapasitas keluarga penerima manfaat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Workshop menghadirkan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian sebagai keynote speaker, serta narasumber dari BRIN Prabu Kresna Putra dan Ketua Yayasan Naraya Jati Luhur Musa Yosep. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta Muchammad Nurcahja, Pembina Yayasan Naraya Jati Luhur Siswanda Sumarto, Bendahara Yayasan Naraya Jati Luhur Nuzul Husnah, Direktur Politeknik Jatiluhur Yani Syafei beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika, Koordinator PKH Kabupaten Purwakarta Agus, serta pendamping PKH dari Kabupaten Purwakarta, Subang, Sukabumi, dan berbagai pemangku kepentingan bidang pendidikan.

Dalam keynote speech, Hetifah Sjaifudian menegaskan bahwa keberhasilan Program Keluarga Harapan tidak diukur dari lamanya keluarga menerima bantuan sosial, tetapi dari keberhasilan mereka menjadi keluarga yang mandiri melalui pendidikan, literasi digital, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi secara bijaksana.

“Bantuan sosial harus menjadi titik awal membangun kapasitas keluarga. Dengan kolaborasi pemerintah, BRIN, perguruan tinggi, pendamping PKH, dunia usaha, dan masyarakat, kita dapat mempercepat lahirnya keluarga yang mandiri. PKH bukan hanya Program Keluarga Harapan, tetapi harus menjadi Program Keluarga Hebat,” ujar Hetifah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, Muchammad Nurcahja, menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung program Presiden untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inovasi digital mampu mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada keluarga penerima manfaat sehingga mereka semakin tanggap terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Naraya Jati Luhur, Siswanda H. Sumarto, menegaskan bahwa bantuan sosial harus menjadi pintu masuk menuju pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Keberhasilan PKH bukan sekadar tersalurkannya bantuan sosial, tetapi ketika keluarga penerima manfaat mampu naik kelas menjadi lebih mandiri dan produktif. Digitalisasi harus membuka akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, peluang usaha, pemasaran produk, literasi keuangan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan secara sederhana untuk meningkatkan produktivitas keluarga. Teknologi hanyalah alat, yang terpenting adalah manusia yang mampu memanfaatkannya,” ujar Siswanda.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Hetifah Syaifudian dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi bagi kemajuan bangsa.

Menurut Siswanda, hasil workshop ini diharapkan melahirkan program-program nyata seperti pelatihan literasi digital bagi keluarga PKH, pendampingan UMKM berbasis teknologi, penguatan pemasaran digital, pengelolaan keuangan keluarga secara digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai tuan rumah penyelenggara, Direktur Politeknik Jatiluhur, Yani Syafei, menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan siap kerja. Kampus harus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

“Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Jatiluhur ingin menjadi kampus yang hadir di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar bersama masyarakat, sementara masyarakat memperoleh manfaat nyata dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki kampus. Kolaborasi antara BRIN, DPR RI, pemerintah daerah, pendamping PKH, dan Politeknik Jatiluhur merupakan contoh nyata model kemitraan yang dibutuhkan untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat,” ujar Yani.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Politeknik Jatiluhur menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan literasi digital, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya keluarga-keluarga PKH yang lebih produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mandiri secara ekonomi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

RN