

Reformasiaktual.com//SUKABUMI-,
Wujud nyata sinergitas TNI-Polri terlihat di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Babinsa Desa Cikadu Serka Untoro dari Koramil 2202/Palabuhanratu bersama Bhabinkamtibmas Bripka Rudy W dari Polsek Palabuhanratu bahu-membahu mengawal dan mengamankan penyaluran *bantuan pangan beras 10 Kg kepada 1.988 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sabtu 29/8/2026.
Bantuan untuk periode Juli, Agustus, September 2025 ini disalurkan di Aula Desa Cikadu dan tersebar di 4 kedusunan.
“Pastikan Aman, Tertib, dan Tanpa Potongan”
Sejak pagi, Serka Untoro sudah siaga di lokasi. Ia menegaskan tugas Babinsa adalah memastikan program pemerintah berjalan lancar.
“Tugas kami sebagai Babinsa adalah memastikan setiap program pemerintah di desa binaan berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. Kami cek langsung daftar 1.988 KPM, kami pastikan tidak ada potongan dan tidak ada pungli. Beras 10 Kg harus utuh diterima warga,” tegas Serka Untoro.
Pelayanan Humanis Bhabinkamtibmas
Di sisi lain, Bripka Rudy W menunjukkan peran humanis Polri di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk melayani. Banyak warga lansia kami bantu angkat berasnya. Warga yang KTP-nya hilang, kami sarankan untuk membuat laporan surat kehilangan ke Polsek Palabuhanratu. Sementara antrian di Aula Kantor Desa Cikadu kami permudah per kedusunan biar tidak berdesakan. Alhamdulillah semua kondusif,” ujar Bripka Rudy W.
Kehadiran dua aparat kewilayahan ini membuat proses penyaluran berjalan transparan dan penuh kekeluargaan.
Apresiasi Kades dan Warga
Kepala Desa Cikadu Neng Elva Yulianti mengapresiasi totalitas keduanya.
“Terima kasih Pak Babinsa dan Pak Bhabinmas yang setia mengawal dari awal sampai akhir. Warga jadi tertib dan merasa aman. Inilah bukti TNI-Polri selalu ada untuk rakyat,” ungkap Kades Cikadu.
Rasa senang juga disampaikan penerima manfaat. Ibu Robiah (55) mengaku sangat terbantu.
“Dibantu Pak Tentara sama Pak Polisi bawain berasnya, pelayanannya ramah. Terima kasih,” katanya sambil tersenyum.
Sinergi TNI-Polri di Desa Cikadu ini menjadi bukti bahwa pengamanan bantuan sosial tidak hanya soal keamanan, tapi juga pelayanan langsung kepada masyarakat.













