Polisi Masuk Sekolah, Bhabinkamtibmas Tanamkan Disiplin dan Keselamatan Sejak Dini

TNI/Polri54 Dilihat

TAKALAR — Polisi tak selalu datang dengan seragam dan wajah tegas. Di hadapan anak-anak sekolah dasar, sosok itu justru berusaha hadir sebagai teman—mendengar, menyapa, dan membuat jarak antara polisi dan anak-anak menjadi lebih dekat.

Suasana itu terlihat di SDN No. 162 Inpres Kampung Beru, Dusun Kampung Beru, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sabtu, 4 September 2026, sekitar pukul 08.00 Wita. Bhabinkamtibmas Desa Banyuanyara, Aiptu Zainal Halim, menyambangi para siswa dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda kepolisian. Zainal memanfaatkannya sebagai ruang untuk membangun komunikasi dengan anak-anak sekaligus mengikis rasa takut mereka terhadap polisi, khususnya terhadap Bhabinkamtibmas yang sehari-hari berada di tengah masyarakat.

Dengan pendekatan yang humanis, para siswa diajak mengenal polisi dari sisi yang lebih dekat. Mereka diberikan pemahaman bahwa polisi bukan sosok yang harus ditakuti, melainkan pihak yang hadir untuk melindungi, membantu, dan mengarahkan masyarakat, termasuk anak-anak.

Di sela pertemuan, Zainal juga menyelipkan edukasi mengenai aturan dan keselamatan berlalu lintas. Pesan itu diberikan sejak dini agar anak-anak mulai mengenal pentingnya tertib di jalan, memahami aturan, serta tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Tak berhenti di soal lalu lintas, pesan yang disampaikan juga menyentuh keseharian para siswa. Mereka diingatkan untuk rajin belajar, tidak membolos sekolah, bijak menggunakan gawai dan tidak menghabiskan terlalu banyak waktu bermain gadget.

Para siswa juga diajak untuk menjaga pertemanan dan tidak melakukan perundungan atau bullying. Sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang merugikan teman menjadi bagian dari upaya membentuk karakter anak sejak bangku sekolah dasar.

Kasat Binmas Polres Takalar, AKP H. Sarro, S.Sos., saat dikonfirmasi mengatakan pendekatan kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran hukum dan menciptakan hubungan yang positif antara polisi dengan generasi muda.

“Kami ingin anak-anak mengenal polisi bukan sebagai sosok yang menakutkan, tetapi sebagai sahabat yang siap melindungi dan membantu mereka. Karena itu, Bhabinkamtibmas kami dorong untuk hadir di sekolah-sekolah dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan mudah diterima oleh anak-anak,” kata AKP H. Sarro.

Menurut dia, pendidikan mengenai disiplin, keselamatan berlalu lintas, anti-bullying, serta penggunaan gadget secara bijak tidak cukup hanya diberikan ketika anak sudah beranjak dewasa. Kebiasaan baik perlu dibentuk sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka.

“Kami berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang disiplin, rajin belajar, taat aturan, sadar hukum, dan peduli terhadap keselamatan. Kedekatan yang dibangun Bhabinkamtibmas hari ini adalah investasi untuk menciptakan generasi muda yang nantinya mampu menjadi pelopor keamanan dan ketertiban di lingkungannya,” ujar Sarro.

Bagi kepolisian, kunjungan semacam ini mungkin hanya berlangsung singkat. Namun bagi anak-anak, pertemuan dengan polisi yang datang untuk tersenyum, berbicara dan berbagi pesan bisa menjadi pengalaman yang membentuk cara pandang mereka terhadap sosok penegak hukum.

Dari ruang sekolah itulah pesan Harkamtibmas ditanamkan: bahwa keamanan bukan semata urusan polisi, melainkan kesadaran yang perlu tumbuh sejak dini—dimulai dari anak-anak yang belajar tertib, menghargai sesama, dan berani menjadi contoh bagi lingkungannya.

Asw-19