WARGA SASAYYA MENJERIT! SEBULAN TANPA AIR BERSIH, PDAM BANTAENG DISOROT, DISTRIBUSI DIDUGA TAK MERATA

Daerah33 Dilihat

Gambar Ilustrasi

BANTAENG – reformasiaktual.com – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng menjadi sorotan setelah warga Kampung Sasayya, Kelurahan Bonto Sungguh, Kecamatan Bissappu, mengeluhkan tidak mendapatkan pasokan air bersih selama kurang lebih satu bulan. Ironisnya, di tengah kesulitan tersebut, warga menduga penyaluran air bersih oleh pihak PDAM belum merata dan hanya menjangkau warga tertentu.
Keluhan ini memicu kekecewaan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di dalam lorong dan mengaku belum tersentuh distribusi air bersih. Mereka mempertanyakan tanggung jawab PDAM dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang adil, terutama ketika kebutuhan air bersih semakin mendesak.

Salah seorang warga Sasayya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media, Kamis (15/10/2026). Ia mengaku masyarakat sudah terlalu lama menunggu pasokan air bersih, sementara tagihan bulanan tetap berjalan.
“Kami sangat kecewa. Air sudah lama tidak mengalir, tetapi tagihan tetap ditagih setiap bulan. Kasihan masyarakat kecil yang harus mengeluarkan biaya, sementara air yang menjadi kebutuhan utama tidak kami nikmati,” ungkapnya.

Menurut warga tersebut, persoalan semakin memprihatinkan karena distribusi air bersih menggunakan mobil tangki yang diduga belum menjangkau seluruh warga secara merata. Warga yang tinggal di dekat jalan poros disebut lebih mudah mendapatkan pasokan, sedangkan mereka yang berada di dalam lorong mengaku kerap terabaikan.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada sopir mobil yang mengantar air, tetapi sampai sekarang belum ada perubahan. Kami juga membutuhkan air bersih. Jangan hanya warga yang tinggal di dekat jalan poros yang diutamakan, sementara kami yang berada di dalam lorong seolah tidak diperhatikan,” tegasnya.

PDAM Bantaeng Diminta Bertanggung Jawab
Warga mempertanyakan mekanisme pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh PDAM Bantaeng. Mereka meminta agar penyaluran air tidak hanya bergantung pada lokasi yang mudah dijangkau, tetapi juga memperhatikan seluruh warga yang mengalami kesulitan air.

Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan pokok untuk memasak, minum, mandi, mencuci, serta menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga.
Karena itu, warga berharap pihak PDAM Bantaeng tidak menganggap persoalan ini sebagai keluhan biasa. Mereka meminta adanya evaluasi terhadap pola distribusi air bersih, termasuk pengawasan terhadap petugas yang bertugas menyalurkan air kepada masyarakat.
Warga juga meminta agar PDAM memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab tidak mengalirnya air selama kurang lebih satu bulan serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Warga Ancam Turun ke Jalan Jika Tak Ada Solusi
Kekecewaan warga bahkan mulai memunculkan ancaman aksi protes. Mereka menyatakan akan mengambil tindakan di sekitar jalan poros untuk menunggu mobil tangki PDAM yang melintas apabila keluhan mereka tidak segera mendapat perhatian dan distribusi air bersih tetap tidak menjangkau wilayah tempat tinggal mereka.
“Kami mewakili warga Sasayya yang belum mendapatkan air bersih. Kalau kami terus tidak dipedulikan dan mobil tangki tidak mau masuk ke lorong, kami akan mengambil tindakan di jalan poros untuk menunggu mobil PDAM yang lewat. Kami juga masyarakat yang membutuhkan air,” ujar warga tersebut.

Ancaman ini menjadi sinyal bahwa persoalan distribusi air bersih di Kampung Sasayya membutuhkan penanganan segera agar tidak berkembang menjadi konflik antara masyarakat dan pihak penyedia layanan.
Pemkab Bantaeng Diminta Turun Tangan
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bantaeng segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan meminta pihak PDAM melakukan pemerataan distribusi air bersih hingga ke lorong-lorong permukiman.

Mereka juga menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Bantaeng yang, menurut warga, pernah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. Namun, mereka berharap kepedulian tersebut dapat diikuti dengan pelaksanaan distribusi yang merata oleh petugas di lapangan.

“Kami tahu Bapak Bupati sangat peduli. Beliau bahkan turun langsung memberikan bantuan air kepada masyarakat. Tetapi, kalau petugas yang ditugaskan mengantar air banyak yang tidak mau masuk ke lorong, kami yang tinggal di dalam tetap kesulitan. Kami berharap pemerintah dan PDAM benar-benar memperhatikan kondisi kami,” tuturnya.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya menginginkan pelayanan yang adil dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan air bersih.

PDAM Bantaeng Perlu Segera Memberikan Klarifikasi
Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bagi PDAM Kabupaten Bantaeng untuk memastikan bahwa distribusi air bersih berjalan secara transparan, merata, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Jika memang terdapat kendala teknis, keterbatasan armada, atau persoalan lain yang menyebabkan distribusi belum menjangkau seluruh wilayah, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas beserta solusi yang terukur.

Di sisi lain, dugaan pilih kasih dalam penyaluran air bersih yang disampaikan warga perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan berdasarkan fakta.
Jangan sampai warga harus terus mengeluh, sementara kebutuhan dasar mereka belum terpenuhi. PDAM Bantaeng diharapkan segera merespons keluhan warga Kampung Sasayya, melakukan evaluasi distribusi, serta memastikan masyarakat yang tinggal di dalam lorong juga mendapatkan pasokan air bersih secara layak.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak PDAM Kabupaten Bantaeng terkait keluhan warga tersebut belum dimuat dalam naskah ini. Konfirmasi kepada pihak PDAM diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai penyebab gangguan pasokan air dan mekanisme distribusi bantuan air bersih di wilayah Sasayya.

AGUS