Jenderal Dudung Abdurachman Didaulat sebagai Puun Ageung dan Panglima Utama Ki Sunda dalam Anugerah Sunda Sabuana 2026

TOkoh51 Dilihat

BANDUNG, REFORMASIAKTUAL.COM – Sejumlah inohong dan sesepuh Sunda mendaulat Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Puun Ageung, Bapa Gede, sekaligus Panglima Utama Majelis Tritangtu Sunda Sabuana. Penganugerahan tersebut berlangsung dalam acara Sunda Sabuana Awards 2026 yang digelar Majelis Adat Sunda Jawa Barat bersama Yayasan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan 2026 sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Sunda, melestarikan adat istiadat, serta memperkuat peran budaya Sunda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain Jenderal Dudung, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Ade Supandi, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), didaulat sebagai Pandhita Resi Utama.

Penganugerahan tersebut disebut sebagai hasil kesepakatan para inohong, sesepuh, serta perwakilan masyarakat Sunda yang hadir dari berbagai daerah di Nusantara dan sejumlah komunitas Sunda di luar negeri.

Abah Anton: Urang Sunda Perlu Ngahiji dan Guyub Sauyunan

Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol. (Purn.) Anton Charliyan, yang akrab disapa Abah Anton, menegaskan pentingnya persatuan masyarakat Sunda sebagai salah satu kekuatan dalam menjaga kelestarian budaya daerah.

Menurutnya, budaya nasional merupakan puncak dari berbagai kebudayaan daerah. Karena itu, budaya Sunda perlu terus dikembangkan agar mampu berkontribusi lebih besar dalam memperkaya kebudayaan nasional sekaligus memperkuat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Abah Anton juga mengajak masyarakat Sunda untuk semakin ngahiji, sajajar, saiket sabeungkeutan, guyub sauyunan, dan sabobot sapihaneun—yang mencerminkan semangat persatuan, kesetaraan, kekompakan, dan kebersamaan.

Ia menilai, persatuan membutuhkan figur pemimpin yang disepakati bersama untuk menjadi pengayom dan penggerak masyarakat.

“Ibarat benang, baru akan lurus jika ada jarum yang membawanya ke arah yang benar,” demikian pesan Abah Anton mengenai pentingnya kepemimpinan dalam membangun kebersamaan masyarakat Sunda.

Jenderal Dudung Ajak Masyarakat Menghargai Putra-Putri Terbaik Sunda

Dalam sambutannya, Jenderal Dudung Abdurachman mengajak masyarakat Sunda untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghargai, khususnya terhadap putra-putri Sunda yang telah meraih prestasi di berbagai bidang.

Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang perlu diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi masyarakat lainnya. Selain itu, masyarakat Sunda diharapkan lebih percaya diri untuk tampil dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat untuk membangun masyarakat Sunda yang lebih solid, berani berkontribusi, serta tidak mudah menyerah sebelum berjuang.

Ade Supandi Tekankan Ekosistem Budaya Sunda

Sementara itu, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Ade Supandi menyoroti pentingnya membangun ekosistem budaya Sunda yang utuh dan berkelanjutan.

Menurutnya, budaya tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga menyangkut kemampuan membangun sinergi dan harmoni di antara berbagai lembaga serta unsur masyarakat.

Ia juga menyinggung kiprah sejumlah putra-putri Sunda yang pernah menduduki posisi penting di tingkat nasional, dengan menekankan pentingnya sinergi dan hubungan harmonis dalam menjalankan kepemimpinan.

Wakil Gubernur Jabar Apresiasi Pelestarian Budaya

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang digagas Majelis Adat Sunda Jawa Barat bersama Yayasan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana.

Ia berharap momentum Hari Kebudayaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat upaya pelestarian budaya Sunda melalui berbagai kegiatan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Bunda RR OKKI J. Judanagara mengingatkan pentingnya menjaga adat dan tradisi agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar.

Ia menyampaikan pesan agar masyarakat tetap berpegang pada identitas budayanya, sebagaimana ungkapan Sunda, “Ulah dugi jati kasilih ku junti.”

Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Perwakilan Komunitas Sunda

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dari unsur pemerintahan, TNI-Polri, akademisi, organisasi kemasyarakatan, keraton, serta komunitas budaya.

Di antara tokoh yang disebut hadir ialah Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman, sejumlah pejabat dan purnawirawan, Ketua DPRD Jawa Barat Dr. Buky, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perwakilan Kodam III/Siliwangi, Ceu Popong, serta musisi Sunda Sam Bimbo.

Hadir pula perwakilan Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman Cirebon, serta sejumlah paguyuban dan organisasi masyarakat, di antaranya Pajajaran Pusat, Pastapa, Kabuyutan Gegerkalong, Kujang Pusaka, Manggala Garuda Putih, PSSP, LSM Harimau, Setya Kita Pancasila, Laskar Siliwangi, BBC, dan Projo Jawa Barat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia juga melaksanakan pengukuhan Dewan Adat Sunda dari berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, sejumlah daerah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Yogyakarta, serta perwakilan komunitas Sunda di luar negeri, seperti Eropa, Amerika, Australia, Swiss, dan Belgia.

Ditutup dengan Nuansa Budaya Sunda

Suasana acara semakin semarak ketika Jenderal Dudung Abdurachman membawakan dua lagu pop Sunda, yakni Mawar Bodas dan Ulah Ceurik.

Penampilan tersebut mendapat perhatian para undangan dan menambah nuansa kebersamaan dalam peringatan Hari Kebudayaan 2026.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, kemudian ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap semangat persatuan, pelestarian adat, dan kebanggaan terhadap identitas Sunda dapat terus tumbuh serta menjadi bagian dari upaya memperkuat kebudayaan nasional dan menjaga keutuhan NKRI.

REDAKSI | REFORMASIAKTUAL.COM