Sekretaris Umum MUI Garut Sampaikan Dua Agenda Penting Sosialisasi Bahaya Narkoba & LGBT

Daerah16 Dilihat

Reformasiaktual.com//GARUT, — Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, H. Mohamad Yusup Sapari, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan sejumlah agenda penting yang akan segera dilaksanakan, sekaligus mengungkap kekhawatiran atas meningkatnya peredaran narkoba dan penyebaran paham yang menyimpang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.Selasa (3/11/2026)

Pada Kamis, 12 November 2026 Mendatang bertempat di Aula MUI Kabupaten Garut akan menyelenggarakan sosialisasi pencegahan bahaya narkoba dan paham LGBT yang ditujukan kepada para kepala sekolah SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Garut.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari:

  • BNN Kabupaten Garut
  • Kepolisian Resor Garut (Polres Garut)
  • Akademisi dan Pembina Masyarakat,
  • Bupati Garut

H. Mohamad Yusup Sapari menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari laporan yang semakin mengkhawatirkan dari masyarakat.

“Peredaran obat-obatan terlarang yang dikirim melalui jasa pengiriman secara daring semakin marak. Laporan masyarakat dan jajaran MUI di tingkat kecamatan menunjukkan tren yang luar biasa. Kita juga menerima informasi adanya praktik yang menyimpang yang mulai terdeteksi di beberapa wilayah, termasuk di Kecamatan Kadungora,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya peran semua pihak, mulai dari lembaga pendidikan hingga MUI di tingkat kecamatan .”Maka MUI Kecamatan dan tokoh masyarakat harus terus bergerak,” tambahnya.

Sekretaris Umum MUI Garut juga menginformasikan bahwa proses seleksi calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut masa bakti 2026–2031 memasuki tahap wawancara yang akan dilaksanakan pada Rabu, 11 November 2026. Tim penilai dari BAZNAS Pusat akan hadir di Garut untuk mewawancarai 10 calon yang seluruhnya merupakan perwakilan dari organisasi kemasyarakatan keagamaan yang tergabung dalam wadah MUI Kabupaten Garut.

Sepuluh nama tersebut berasal dari berbagai ormas Islam di antaranya Muhammadiyah, Persis, Syarikat Islam, PUI, dan Nahdlatul Ulama. H. Mohamad Yusup Sapari menegaskan proses seleksi akan berjalan objektif.

“Kita tidak melihat dari ormas mana. Hasil akhir akan murni berdasarkan penilaian tim BAZNAS Pusat. Nantinya Bupati Garut akan menetapkan 5 orang terpilih berdasarkan hasil tersebut. Jika diperlukan, setelah tanggal 11 akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas hasil seleksi ini lebih lanjut,” jelasnya.

Pian