Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan, Dinkes Pegubin Gelar Rakerda

Daerah815 Dilihat

 

Reformasiaktual.com//Oksibil- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang bertema “Sinkronisasi Program Kerja Kesehatan pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan tahun 2022-2024” yang terlaksana pada 2-3 Juni 2022.

Rakerda tersebut dilaksanakan rutin setiap tahun yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sebelumnya dan menyusun serta menetapkan program yang akan dilaksanakan berikutnya. Hal tersebut untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Fokus dari kegiatan ini adalah sinkronisasi rencana dan program kerja antara Puskemas bersama Dinas Kesehatan agar bisa membicarakan dan menyusun program kerja yang sinkron dengan Dinas Kesehatan Provinsi,” ujar Iriyanto Pawika selaku Ketua Panitia Rakerda kepada wartawan (04/06/2022)

Ia juga menjelaskan bahwa Sinkronisasi tersebut dimaksudkan untuk tercapainya pemenuhan mutu pelayanan dasar pada bidang kesehatan, karena menurutnya adanya keserasian dan program berkala dari tingkat Nasional, Provinsi hingga ke Kabupaten dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di daerah.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Haniel Kalakmabin mengatakan bahwa setelah pelaksanaan Rakerda, pihaknya akan kembalikan para peserta yang terdiri dari 32 Kepala Puskesmas untuk kembali betugas dan akan dibantu oleh 195 tenaga kontrak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di 34 Distrik.

“Kami mengontrak sebanyak 195 tenaga kontrak yang akan membantu pelayanan tingkat Puskesmas sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh Pemerintah,” ungkap Haniel Kalakmabin.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Ir. Kingkin Wahyudi Eko selaku Bagian Perencanaan mengapresiasi Rakerda yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang dan pihaknya mengharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan juga oleh Kabupaten lainnya, untuk menyamakan persepsi dan program dalam melayani masyarakat.

“Diharapkan juga kedepannya dapat dilakukan dua kali yakni diawal dan diakhir tahun serta dapat melibatkan stakeholder lainnya agar bisa melangkah bersama dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan terhadap masyarakat,” pungkasnya.

 

(AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *