Jelang Idul Fitri, Polda Jabar Gelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026: Sasar 9 Pelanggaran Prioritas

TNI/Polri748 Dilihat

Reformasiaktual.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi memulai Operasi Keselamatan Lodaya 2026 serentak di seluruh wilayah Jawa Barat.
Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.

​Operasi ini digelar sebagai langkah cipta kondisi guna mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 atau musim mudik Lebaran mendatang.

​Dalam pelaksanaan tahun ini, Ditlantas Polda Jabar telah menetapkan 9 target prioritas penindakan bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, di antaranya:

  1. Melawan arus (Pasal 287 ayat 1 UU LLAJ).
  2. ​Pengendara di bawah umur/tanpa SIM (Pasal 281 Jo Pasal 77 ayat 1).
  3. ​Melebihi batas kecepatan (Pasal 287 ayat 5).
  4. ​Menggunakan ponsel saat berkendara (Pasal 283).
  5. ​Berkendara dalam pengaruh alkohol (Pasal 311).
  6. ​Tidak menggunakan sabuk pengaman (Pasal 289).
  7. ​TNKB/Plat nomor tidak sesuai ketentuan (Pasal 280).
  8. ​Tidak menggunakan helm standar SNI (Pasal 291).
  9. ​Penggunaan knalpot brong/bising (Pasal 285 ayat 1).

    ​Kabid Humas Polda Jabar menyampaikan bahwa operasi ini lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang humanis, namun tetap didukung penegakan hukum secara elektronik (ETLE) maupun teguran langsung.

​”Operasi Keselamatan Lodaya 2026 ini bukan sekadar penindakan, melainkan upaya kami untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Kami ingin memastikan masyarakat Jawa Barat merasa aman, nyaman, dan selamat di jalan raya, terutama dalam menyongsong arus mudik Operasi Ketupat nanti,” ujar Kabid Humas Polda Jabar.

​Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan dan kelaikan kendaraan sebelum bepergian.

“Kepatuhan pada aturan lalu lintas adalah kunci utama untuk menekan angka kecelakaan fatal di wilayah Jawa Barat,” tambahnya.

​Dengan adanya operasi ini, diharapkan angka pelanggaran lalu lintas dapat menurun secara signifikan dan kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara semakin meningkat demi keselamatan bersama.

​Penulis : widiyano
Sumber: Humas Polda Jabar / RTMC Polda Jabar.