Bimtek dan Penyaluran Bantuan Operasional TP Posyandu Desa, Posyandu Se- Kecamatan Cisarua

Daerah38 Dilihat

Reformasiaktualcom//Bandung Barat
Cisarua – Upaya penguatan kapasitas kader Posyandu terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bersama Tim Penggerak PKK. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kader posyandu dalam Integrasi Layanan Primer yang diselenggarakan di GOR Bulu Tangkis, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,” Kamis (21/05/2026)

Camat Cisarua Iwan Mustawan Azis, AP., S.Sos., M.Si. Menyampaikan dalam konteks ini, lahirnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 merupakan tonggak sejarah baru. Regulasi ini menegaskan bahwa Posyandu bukan lagi sekadar unit kesehatan, melainkan Lembaga Kemasyarakatan Desa yang menjadi wadah pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Khusus bagi kita di sektor kesehatan, Posyandu kini bertransformasi menjadi Posyandu Layanan Primer. Jika dulu kita bekerja secara terkotak-kotak (fragmented), kini kita bergerak dalam satu kesatuan sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) yang berbasis siklus hidup mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia,” terang,” Iwan Mustawan Azis .P, S Sos, M.Si, Camat Cisarua.

Sementara Ketua Posyandu Kabupaten Bandung Barat, Shahnaz Sadiqah Jeje Ritchie Ismail, diwakili oleh Kadis DPMD Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, S.Sos menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, dan sumber dayanya untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini. Ia juga menegaskan pentingnya peran kader dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Bimtek ini diselenggarakan secara spesifik untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kompetensi praktis para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan di Posyandu, dengan skema Integrasi Layanan Primer (ILP). Peningkatan ini mutlak diperlukan agar pelayanan yang diberikan dapat memenuhi standar kualitas terbaru,” ungkapnya.

Ketua Posyandu Kabupaten Bandung Barat, Shahnaz Sadiqah berharap melalui kegiatan ini, para kader mampu mengoptimalkan efektivitas pelayanan kesehatan, menerapkan ilmu yang didapat dan mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung Barat, AMANAH.

“Harapan dari kami dengan adanya kegiatan ini adalah, hendaknya para kader dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk memberikan kontribusinya dalam peningkatan kesehatan di wilayah masing-masing”, harapnya.

Kabid DPMD Kabupaten Bandung Barat, Ria Anjani S.Stp, M.T.r.I.P, menyampaikan saat ini kita sedang melaksanakan Transformasi Kesehatan, di mana pilar pertamanya adalah Transformasi Layanan Primer. Fokus saat ini bukan lagi sekadar mengobati orang sakit (kuratif), melainkan bergeser jauh ke hulu, yaitu menjaga masyarakat agar tetap sehat melalui upaya promotif dan preventif yang komprehensif,”

mengatakan puskesmas kini menjadi pusat layanan terpadu yang sangat luas jangkauannya sehingga sinergi antara Tim Penggerak PKK, Camat, Puskesmas, dan seluruh mitra kerja menjadi mutlak diperlukan agar seluruh warga dapat merasakan manfaat dari ke enam layanan dasar tersebut secara merata.

Enam layanan dasar yang kini menjadi tanggung jawab kita bersama melalui wadah posyandu meliputi bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum, bidang perumahan rakyat, bidang trantibumlinmas (ketertiban umum dan pelindungan masyarakat), serta bidang sosial.

“Saat ini, wajah pelayanan kesehatan kita tengah mengalami transformasi besar. melalui kebijakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, posyandu tidak lagi hanya sekadar tempat menimbang bayi atau memberikan imunisasi, namun bertransformasi menjadi garda terdepan dalam menyediakan layanan kesehatan di sepanjang siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia,” ujarnya,” tutupnya.

Journalist A2n***RA