Program Ketahanan Pangan Desa Sirnasari Jadi Sorotan, 60 Ekor Domba Diduga Raib Entah Kemana Hilang Ditelan Koruptor.

Daerah22 Dilihat

Bogor – Reformasiaktual.com Program Ketahanan Pangan (Ketapang) di Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan Tajam publik dan warga masyarakat. Pasalnya, bantuan ternak domba sebanyak 60 Ekor yang seharusnya dikelola untuk kepentingan masyarakat diduga raib dan tidak diketahui keberadaannya.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Hari Sabtu, 23 Mei 2026, lokasi kandang domba yang berada tepat di belakang kantor Desa Sirnasari terlihat kosong. Warga mengaku tidak menemukan adanya ternak domba di lokasi tersebut, bahkan kandang yang sebelumnya disebut sebagai tempat pemeliharaan bantuan ketahanan pangan (Ketapang) kini tampak tidak terurus.

“Sejumlah warga masyarakat mempertanyakan realisasi program (ketapang).karena bantuan yang seharusnya menjadi penunjang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa Sirnasari diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka berharap ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah desa Sirnasari terkait keberadaan puluhan domba tersebut.

“Katanya ada bantuan domba 60 Ekor, tapi saat dilihat ke lokasi kandangnya kosong, tidak ada dombanya sama sekali,” ujar salah seorang warga masyarakat yang Enggan disebutkan namanya.

“Program (Ketapang) sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan dan pertanian. Namun apabila benar bantuan tersebut tidak ada atau diduga hilang, maka hal ini dinilai dapat menimbulkan dugaan penyimpangan anggaran yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

“Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Sirnasari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan hilangnya 60 Ekor Domba Melalaui Program (Ketapang).

“Masyarakat berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan yang ketat agar persoalan ini menjadi jelas dan tidak menimbulkan keresahan di tengah Kalangan warga masyarakat sekitar. Pungkasnya.”

Penulis Jurnalis.

( O.SOBANDI )