Agrowisata Anggur Brazil: Inovasi Wisata Edukasi untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal BUMDes Desa Kertawangi

Daerah30 Dilihat

Reformasi Aktual Com // Bandung Barat, Cisarua – Kebun Anggur Brazil merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki oleh Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kawasan ini dibangun di bawah kaki Gunung Burangrang, tepatnya di tanah carik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata terpadu.

Kepala Desa Kertawangi, Yanto Bin Surya (yang akrab disapa Steve Ewon), menerangkan bahwa kebun ini dibangun dengan tujuan menjadikan master plan agrowisata terintegrasi, dengan kebun anggur sebagai destinasi utama. “Para wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri diharapkan lebih tertarik dan mengagumi,” ujarnya.

Metode penanaman anggur Brazil dilakukan melalui serangkaian penelitian dan perancangan masterplan, serta persiapan berbagai tahapan pengabdian yang meliputi persiapan, analisis, perencanaan, dan perancangan. Steve Ewon menambahkan, hasil penelitian ini menghasilkan konsep dasar agrowisata yang terintegrasi dengan sektor pertanian, peternakan, UMKM, serta edukasi.

Kawasan perancangan utama agrowisata terbagi menjadi 5 zona, yaitu zona kebun buah, zona pertanian, zona peternakan, zona UMKM, dan zona rekreasi. Selain itu, juga terdapat rancangan fasilitas pendukung seperti kawasan pertemuan, sistem sirkulasi dan parkir, infrastruktur dasar, sistem drainase, fasilitas pengelola sampah, serta area istirahat pengunjung.

“Dengan adanya masterplan ini, diharapkan tercipta kawasan yang dapat mewadahi dan memaksimalkan potensi Desa Kertawangi dari berbagai sektor perkebunan, peternakan, dan UMKM, menuju kawasan agrowisata yang unggul,” tegasnya.

” Lebih lanjut Steve Ewon menegakan Pemerintah Desa Kertawangi Program Ketahan Pangan Desa dan Proklim, bahwa program penanaman anggur Brazil ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan Desa Kertawangi tahun 2025, yang bersumber dari APBDes.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi berkelanjutan bagi warga dan BUMDes, tetapi juga terkoneksi dengan program nasional ProKlim (Program Kampung Iklim) sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Dengan pendekatan ramah lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal, agrowisata ini diharapkan menjadi model Desa mandiri yang sinergis antara inovasi, edukasi, dan pelestarian ekosistem,” pungkasnya Yanto Bin Surya Kepala Desa Kertawangi.

Journalist A2n***RA