Mantan Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai Menjadi Nahkoda baru Karang Taruna Kabupaten Bantaeng Periode 2026–2031

Daerah79 Dilihat

BANTAENG //reformasiaktual.com Amiluddin, S.E., M.M., mantan Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai, terpilih memimpin Karang Taruna Kabupaten Bantaeng untuk periode 2026–2031.

Pemilihan ketua tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Bantaeng yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin.

Mengusung tema “Aditya Karya Mahatva Yodha – Bangkit Bersama Karya Nyata untuk Bantaeng”, Temu Karya menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus momentum menentukan arah kepemimpinan dan program kerja Karang Taruna Kabupaten Bantaeng ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh kader Karang Taruna agar tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui pemberdayaan masyarakat dan inovasi sosial.

“Karang Taruna memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial. Saya berharap, melalui Temu Karya ini, lahir gagasan-gagasan inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bantaeng,” ujar Bupati.

Ia juga berharap kepengurusan baru dapat memperkuat soliditas organisasi serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, Karang Taruna diharapkan semakin aktif menghadirkan program-program yang berorientasi pada pemberdayaan pemuda dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Bagaimana Rekam Jejak Amiluddin di Karang Taruna ?

Sebelum terpilih memimpin Karang Taruna Kabupaten Bantaeng, Amiluddin telah memiliki pengalaman dalam menggerakkan organisasi kepemudaan melalui kepemimpinannya sebagai Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai.

Di bawah perjalanan kepemimpinannya, Karang Taruna Desa Bonto Jai tercatat menorehkan sejumlah capaian yang mengantarkan organisasi tersebut dikenal melalui prestasi di tingkat yang lebih luas. Karang Taruna Desa Bonto Jai pernah meraih predikat sebagai Karang Taruna terbaik di Sulawesi Selatan.

Tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, Karang Taruna Desa Bonto Jai juga pernah mendapat kesempatan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus di Istana Negara. Kehadiran tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan organisasi, sekaligus memperluas ruang pengenalan terhadap kiprah pemuda desa.

Pengalaman tersebut menjadi bekal tersendiri bagi Amiluddin dalam mengemban amanah baru di tingkat kabupaten. Kepemimpinan yang berangkat dari pengalaman mengelola organisasi di desa diharapkan mampu memperkuat hubungan antara Karang Taruna kabupaten dengan kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Dengan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031, tantangan ke depan adalah bagaimana memperkuat kelembagaan organisasi sekaligus menerjemahkan semangat kepemudaan menjadi program yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Karang Taruna diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menumbuhkan kepedulian sosial, membangun kemandirian, serta berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kegiatan Temu Karya tersebut turut dihadiri Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Harmansyah; Karateker Ketua Karang Taruna Kabupaten Bantaeng, Zulkifli Thahir; Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng, M. Amhi; Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bantaeng; serta perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Bantaeng.

Terpilihnya Amiluddin diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kontribusi Karang Taruna dalam pembangunan sosial di Kabupaten Bantaeng. Pengalaman dan prestasi yang pernah ditorehkan di tingkat desa diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus fondasi untuk membangun organisasi yang semakin solid dan berdampak luas.

Dari Desa Bonto Jai untuk Kabupaten Bantaeng, dari pengalaman membangun di tingkat desa menuju pengabdian yang lebih luas. Semangat Bangkit Bersama Karya Nyata untuk Bantaeng diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

AGUS