Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Sukabumi: Pemuda Jangan Jadi Penonton Pembangunan

Daerah46 Dilihat

Reformasiaktual.com//Kabupaten Sukabumi-Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Sukabumi tidak berhenti pada pesan persatuan. Momentum tersebut ditegaskan sebagai pengingat bahwa pemuda harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton perubahan zaman.

Pesan itu mengemuka dalam Upacara Hari Sumpah Pemuda tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (28/10/2026).

Bertindak sebagai pembina upacara Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, dan pemimpin upacara Anton Suryanto dari KNPI Kabupaten Sukabumi. Hadir Bupati Sukabumi Asep Japar, Sekda Ade Suryaman, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan.

Pemuda Harus Patriotik, Gigih, dan Berempati

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Letkol Agung, pemuda diingatkan untuk memiliki karakter patriotik, gigih, dan berempati. Nilai itu dinilai kunci ketika generasi muda berhadapan dengan perubahan teknologi, dinamika sosial, dan tantangan pembangunan yang kian kompleks.

“Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui seremonial. Nilai persatuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata, kepedulian sosial, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat,” tegasnya dalam amanat tersebut.

Bagi Kabupaten Sukabumi, pesan itu relevan. Pembangunan daerah membutuhkan SDM muda yang kreatif, adaptif, dan mampu bekerja lintas sektor.

Ketua DPRD: Beri Ruang Inovasi bagi Pemuda

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menilai semangat Sumpah Pemuda harus menjadi energi kolektif untuk memperkuat kontribusi generasi muda.

Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan.

“Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi semangat berkarya. Pemuda harus diberikan ruang untuk berinovasi dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ujar Budi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan komunitas untuk membangun ekosistem yang ramah bagi ide-ide pemuda. Bonus demografi, kata dia, tidak akan menjadi keuntungan jika tidak dibarengi peningkatan kualitas SDM dan kesempatan berkarya.

Bupati Asep Japar Dorong Kolaborasi

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan energi dan kreativitas pemuda harus diarahkan menjadi kekuatan produktif yang mempercepat kemajuan daerah.

“Pemuda harus terus berjuang menjaga persatuan bangsa dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” kata pria yang akrab disapa Asjap itu.

Kolaborasi tersebut, lanjutnya, bisa diwujudkan di berbagai bidang, mulai dari kewirausahaan, pendidikan, teknologi, sosial, budaya, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan begitu, peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Sukabumi bukan sekadar refleksi sejarah, tetapi momentum untuk menegaskan peran strategis generasi muda sebagai penentu masa depan daerah.

Asep