SIDRAP – reformasiaktual.com Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Alfi Launa Fadhillah, melaksanakan program kerja MASSAPPA APD (Masyarakat Sadar dan Sedia Pakai APD) pada Jumat (24/7/2026) di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dan diberikan sebelum kerja bakti rutin warga yang berlangsung setiap Jumat pagi pukul 06.00, dengan fokus edukasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan saat membersihkan lingkungan.
Program ini digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya peserta kerja bakti, yang selama ini membersihkan lingkungan tanpa APD dasar. Padahal aktivitas seperti menyapu, mengumpulkan sampah, dan membersihkan selokan berisiko menyebabkan luka akibat benda tajam, iritasi kulit, paparan kuman dari sampah, hingga gangguan pernapasan akibat debu.
Kegiatan diawali pre-test lisan berupa lima soal true/false seputar bahaya membersihkan lingkungan tanpa APD, dilanjutkan penyuluhan mengenai risiko kesehatan serta cara pemakaian masker, sarung tangan, dan trashbag yang benar. Sesi ditutup dengan post-test menggunakan soal serupa untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Usai edukasi, mahasiswa membagikan APD kepada seluruh peserta agar langsung dipraktikkan saat kerja bakti. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian konsumsi bagi ibu-ibu peserta dan sesi tanya jawab terbuka.
Alfi Launa Fadhillah mengatakan penggunaan APD saat kerja bakti adalah langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko yang sering tidak disadari. “Masyarakat masih sering lupa bahwa keselamatan diri harus dijaga di segala aktivitas, termasuk kerja bakti. Membersihkan lingkungan tanpa APD bisa menimbulkan risiko kesehatan yang baru terasa di kemudian hari. Lewat edukasi ini, kami berharap masyarakat lebih sadar menjaga keselamatan dan kesehatannya sendiri,” ujarnya.
Salah satu warga yang ikut serta, Ibu Bolong, mengaku senang dengan edukasi yang diberikan. “Baru kali ini ada program yang caranya seperti ini, jadi kami senang sekali. Apalagi ini juga kami dibagikan APD-nya langsung, jadi kami langsung tahu dan langsung dapat pakai saat kerja bakti. Semoga ke depannya masih ada lagi kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Melalui program MASSAPPA APD, diharapkan masyarakat Kelurahan Lawawoi memiliki kesadaran lebih baik mengenai pentingnya APD saat kerja bakti, sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif.
AGUS







