Abah Anton: Hakekat Seorang Pahlawan di Zaman Milenial

Irjen.Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN

 

Reformasiaktual.com//BANDUNG-Peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November ditetapkan oleh Ir.Sukarno melaui Keputusan Presiden No.316 Tahun 1959, guna mengenang peristiwa perjuangan para pahlawan bangsa untuk melawan penjajah.

Maka dari itu setiap tanggal 10 November semua masyarakat d seluruh tanah air memperingati Hari Pahlawan , namun ditahun ini memperingatinya bisa berbeda karena kondisi Negara Indonesia masih dalam pandemik covid 19 mungkin peringatan ini dilakukan secara virtual , namun kita harus tetap semangat

Menurut Irjen.Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan,MPKN seorang tokoh masyarakat dan budaya dan pernah menjabat Kapolda Jawa Barat memaparkan’.

“Pahlawan pada zaman sekarang ini bukan pahlawan seperti pada zaman Revolusi yang berjuang dengan memikul senjata, tapi para pahlawan di zaman milinial ini adalah manusia manusia yang mampu berjuang dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keakhlian dan kemampuan masing-masing dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih , dari mulai hal yang paling kecil , mininal bisa tertib untuk diri sendiri, taat kepada hukum dan pemerintahan, mampu menciptakan kesejukan dan kedamaian tanpa membuat rusuh dan gaduh serta mampu menghidupi dan menapkahi keluarga semampunya, selain itu harus mampu juga gotong royong bekerjasama berkontribusi dengan berkarya byata untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan dan yang paling utama adalah mampu berkontribusi dan berkarya nyata untuk kepentingan Bangsa dan Negara, Tanpa harus mengedepankan Pangkat dan Jabatan “, ungkap Abah Anton Charliyan.

Masih kata Abang Anton ,” kendatipun dengang demikian setiap orang bisa menjadi Pahlawan, yang penting bisa bermanfaat, betbuat, Berkarya Nyata bagi diri dan lingkunganya , sepertj yang akhli pertanian bisa bermanfaat untuk para petani, yang akhli perikanan bisa bermanfaat bagi para nelayan, yang akhli ekonomi bisa bermanfaat bagi para pengusaha dan pedagang, yang ahli IT bisa bermanfaat untuk kepentingan teknologi dan Industri, dan yang yang lainnya lagi sesuai kapasitasnya masing-masing.

Sebagmana kata pepatah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang mampu bermanfaat bagi sesama dan llingkungannya , yang mampu berkorban dengan tulus ikhlas tanpa pamrih, itulah hakekat Pahlawan pada zaman sekarng ini”, paparnya.

Semoga kita semua bisa menjadi Pahlawan minimal bagi diri sendiri, keluarga , masyarakat dan lingkungan , syukur-syukur bisa menjadi pahlawan bagi Bangsa dan Negara dengan Karya yang Nyata bukan hanya sekedar Omdo ( Omomg Doang ) atau Nato ( Not Action Talking Only ) alias Halu (Halusinasi ),
kalau kata orang sunda mah, sekarang mah sudah bukan zamanya lagi Pok Pek Prak, Tapi PRAK PEK POK… artinya PRAK berbuat dulu dengan Karya Nyata,
untuk itu mulai saat ini mari kita Berlomba-lomba dengan Karya Nyata agar kita bisa menjadi Pahlawan yang sejati-jatinnya Pahlawan di era Milenial ini” pungkas Bah Anton Charliyan.

(Eri)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *